Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri

Kali ini saya ingin menulis rangkuman dari acara talkshow Indonesia Strong From Home di radiosmartfm.com hari Selasa tanggal 09 April 2013 jam 20.00-22.00 WIB, dengan nara sumber Ayah Edy (ayahkita.com). Berikut catatan yang sempat saya buat dari talkshow yang mengambil tema “Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri“:

Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri

Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri

Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri

Banyak orang Indonesia yang mulai desperate melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang semakin memburuk hampir di semua bidang, tidak hanya bidang pendidikan. Berita-berita yang disajikan (di media masa) bukannya menunjukkan perbaikan, tapi malah semakin mengerikan. Seperti berita perkosaan yang dilakukan oleh murid kelas 4 SD (Naudzubillah).

Muncul kekhawatiran: jangan-jangan kita punya andil dalam degredasi ini, dan jangan-jangan kita akan terbawa arus dalam buruknya situasi ini. Untuk itu perlu terus melakukan refleksi / perenungan untuk mengetahui apakah kita menuju pada arah yang dikehendaki (arah kebaikan). Dan terus berpikir untuk mengubah yang bisa kita ubah.

Banyak yang beranggapan bahwa untuk memperbaiki situasi dan kondisi bangsa ini, harusnya si A yang berubah, harusnya si B yang berubah (berharap orang lain dulu yang berubah).

Teringat akan tulisan Westminster Abbey, saat sebelum meninggal. Abbey adalah arsitek kerajaan Inggris dan sangat dekat dengan kekuasaan kerajaan Inggris. Saat mudanya, Abbey, sangat berapi-api, semangat, dan optimis untuk mengubah dunia, karena didukung oleh kecerdasannya, keontentikannya, dan dekat dengan kerajaan.

Namun pada saat beliau mendekati ajal, disitulah beliau baru menyadari kekeliruannya dan membuat tulisan (puisi) untuk dipetik pelajarannya. Inilah puisinya:

“Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
Aku bermimpi ingin mengubah dunia.

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah

Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.

Namun tampaknya,
hasrat itupun tiada hasilnya.

Ketika usiaku semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.

Tetapi celakanya,
merekapun tidak mau diubah!

Dan kini,
sementara aku berbaring, saat ajal menjelang
tiba-tiba kusadari.

andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai penutan,
mungkin aku bisa mengubah keluargaku.

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku,

kemudian siapa tahu,
aku bahkan bisa mengubah dunia”

Inspirasi dari Puisi Westminster Abbey

Inspirasi apa yang bisa diambil dari pusi tersebut? Kita bisa mencari (merasakan) pesan yang ingin disampaikan Abbey dalam puisi tersebut. Kalau dalam bahasa awam kita sehari-hari, bisa dipetik pelajaran:

Ini saya lho, saya itu jenius, saya itu arsiteknya kerajaan Inggris, saya dekat dengan Raja penguasa Inggris, mau ngapain saja saya bisa lho.” Toh pada akhirnya menjelang ajal dia baru menyadari kekeliruannya. “Saya yang pada jamannya begitu hebat, tapi tidak mampu mengubah apapun. Jangan sampai kalian seperti saya, baru sadar ketika mendekati ajal”.

Jadi untuk melakukan perubahan: Mulailah SEKARANG dan UBAHLAH DIRI SENDIRI lebih dulu. Keadaan dunia tidak juga berubah, karena kita selalu berharap orang lain yang berubah lebih dulu.

Indonesia Strong From Home

Lakukan perubahan pada diri sendiri bersama program “Indonesia Strong From Home”

Mengubah Kerabat / Saudara Sendiri Koq Lebih Sulit ya

Dalam talkshow Indonesia Strong from Home selalu ada tanya jawab interaktif dengan pendengar radio smart fm. Salah satu pendengar menyampaikan bahwa “mengajak perubahan ke orang lain itu relatif mudah. Tapi untuk mengubah kerabat / saudara / keluarga sendiri koq lebih sulit ya?

Menurut Ayah Edy, bahwa sulitnya mengubah sikap dan perilaku keluarga sendiri, karena mereka akan melihat perilaku kita sehari-hari. Kalau kita meminta perubahan secara langsung, akan ada resistensi / penolakan. Seperti “saya kan kakak kamu”.

Jadi untuk mengharap perubahan pada orang-orang dekat kita ada dua pendekatan yaitu:

1. Mengajak perubahan melalui orang lain. Seperti melalu acara talkshow Indonesia Strong from Home ini. Atau melalui orang yang lebih punya otoritas.

2. Melalui do’a. Do’a ini sangat efektif untuk membuat orang lain di sekitar kita berubah menjadi lebih baik.

Perubahan Pada Diri Sendiri Mengundang Komentar Orang Lain

Kadang tidak mudah untuk mengubah diri sendiri. Saat diri sendiri mulai berubah, muncul pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang disekitar kita. Sering juga muncul komentar dari orang lain bahwa kita dianggap aneh dan asing. Sehingga butuh konsistensi. Nah bagaimana kalau sampai terjadi benturan dan mengusik perasaan?

Hal-hal semacam ini sudah biasa. Kita akan dianggap aneh, persis seperti ustadz di kampung maling. Dalam bukunya Charles F. Haanel berjudul “The Master Key System” dijelaskan bahwa ternyata kondisi yang terjadi itu karena produk pikiran kita sendiri. Contohnya: kenapa kesandung lagi-kesandung lagi, kenapa dia selalu dapat kesempatan dan saya tidak. Ini sebenarnya adalah produk pikiran sendiri.

Sementara semua orang yang menginginkan perubahan, hanya dengan mengubah kondisi-kondisinya, bukan dari perubahan pikirannya lebih dulu. Orang-orang itu hanya mengubah ininya dan itunya saja.

Dua Level Perubahan

Dalam hal ini ada 2 (dua) level untuk melakukan perubahan yaitu:

# Level 1: Tugas kita tiap hari adalah mengubah pikiran kita setiap menemukan suatu kejadian.

Misalnya semakin kita tidak suka, justru malah semakin ketemu terus yang tidak disukai itu. Kalau kita mau mengubah pikiran kita, maka kedaaan akan berubah.

Kalaupun ternyata keadaan tidak berubah juga, maka nanti kita akan berpindah untuk mendapat keadaan yang diinginkan.

Orang-orang yang sudah pada tataran tertentu, jika dia disakiti, justru dia akan mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakitinya. Contohnya jika dulu sering ketemu orang yang suka menipu dan bikin capek. Kalau dipikirin terus, justru akan tambah capek dan tidak selesai-selesai. Pada saat diikhlaskan sepenuh hati, pakai bathin, jiwa, dan perasaan, orang tersebut justru yang menjauh.

# Level 2: Setelah melewati level 1, rejeki pengganti justru akan berdatangan.

Pada saat kita mengikhlaskan uang yang 100.000, kemudian datanglah uang yang 1.000.000. Karena pada saat hati dan pikiran menahan uang yang 100.000, ini akan mengganjal dan menghambat datangnya uang 1.000.000 tadi. Rejeki / uang itu seperti aliran, kalau ada yang menghambat, maka alirannya akan macet.

Jadi kalau menemukan kejadian / kondisi yang tidak diinginkan: duduk sejenak, renungkan, cari insight-nya, cari tahu apa yang menyebabkan kita ketemu kejadian tersebut.

Mulailah lakukan perubahan dari diri sendiri, mulai dari pikiran, maka nanti akan ketemu orang-orang yang diharapkan, dan akan ketemu kondisi-kondisi yang diharapkan.

Jadi yang diubah dari dalam lebih dulu. Kita yang menguasai pikiran kita. Ibaratnya kalau dalam pikiran kita masih ada film yang negatif, maka yang keluar dari proyektor ya kehidupan yang negatif, sampai kita mengganti film di dalam diri kita dengan film yang positif.

Kemudian selalulah gunakan AKAL dan HATI NURANI untuk menilai mana yang buruk dan mana yang baik; mana yang benar dan mana yang salah. Kesalahan manusia pada umumnya adalah melupakan alat yang sangat canggih ini : AKAL dan HATI NURANI.

Ibaratnya kita ini punya 2 level pikiran: Pikiran 1 itu datangnya dari Tuhan dan Pikiran 2 itu datangnya dari otak yang bertugas mengoreksi, mengomentari, dan mengambil keputusan.

Contoh: Misal kita ingin menyumbang, yang terjadi:

– Pikiran 1 : Aku mau menyumbang Rp.1.000.000,-

– Pikiran 2: Akan menunda-nunda “entar aja”, akan mengurangi nilainya “gede amat, 100.000 aja cukup”, dll

So…. Itulah kenapa semua sendi di negeri ini rusak? Karena kita sendirilah yang menciptakannya. Untuk berubah, ya dari kita sendiri juga. Kalau mau mengubah keadaan, bukan masalah bisa atau tidak bisa, tetapi masalahnya MAU atau TIDAK MAU. Perubahan-perubahan bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita, yaitu keluarga kita (dengan mengubah diri kita sendiri dulu).

Let’s maka Indonesia Strong From Home.

Fuad Muftie

PS: Untuk anda yang ingin mulai melakukan perubahan hidup dengan menjalankan bisnis dari rumah, yuk kita diskusi bagaimana berbisnis dari rumah secara mudah. Add pin BB: 261B49AD

 

.

One Response to “Memulai Perubahan Pada Diri Sendiri”
  1. Fitri says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*