Kripik Daun Sirih, Camilan Unik dari Yogyakarta

Yogyakarta memang menyimpan berjuta pesona. Selain sebagai pusat kebudayaan di tanah Jawa, juga salah satu pusat pendidikan tinggi di Indonesia dengan banyaknya Perguruan Tinggi, juga terkenal dengan berbagai kreatifitasnya.

Banyak produk kreatif buatan penduduk Yogyakarta yang terkenal sampai manca negara. Tidak hanya hasil olah karya seni seperti yang banyak di jajakan di Malioboro, juga produk fashion seperti batik dan kaos oblong ala Dagadu dan Jogist yang “gila” khas Jogja; Yogya juga banyak menelurkan produk kuliner yang sangat kreatif dan out of the box.

Kita pasti kenal makanan khas Yogya seperti gudheg, bakpia, geblek, geplak, kipo, tiwul, dll yang telah dikenal dan beredar di pasaran sejak dulu kala. Kita juga baru-baru ini diperkenalkan dengan produk ‘baru’ yang khas banget yang bernama cake tela, yaitu kue / cake yang dibuat dari bahan yang berasal 101% singkong asli. Beberapa hari yang lalu saya sempet nonton tayangan kuliner di salah satu TV swasta, tentang kreasi baru kuliner ala Yogyakarta. Apa itu? Produk sederhana dari bahan yang belum lumrah dijadiin kripik, yang tidak terpikir sebelumnya, KRIPIK DAUN SIRIH!

Kripik Daun Sirih

Selama ini kita hanya mengenal Daun Sirih untuk obat-obatan / ramuan herbal, untuk menghentikan mimisan, dan banyak dipakai untuk “nginang”. Jarang terpikir untuk dijadikan olahan camilan yang enak dan renyah seperti kripik ini.

Tapi dengan kreatifitas orang Yogya, daun sirih bisa disulap menjadi camilan yang yummmmmiiii. Memang proses pembuatannya tidak terlalu sulit, dan tidak mudah juga. Sebelum diolesi adonan tepung dan digoreng, daun sirih mesti melalui beberapa proses dulu.

Pemilihan daun yang mau digoreng juga nggak sembarangan. Kalau salah pilih bisa jadi pahit katanya. Mesti dipilih daun yang sehat dan nggak rusak. Setelah dipetik, harus dicuci pakai air yang cukup sebanyak 3 kali. Sesudah itu daun sirih masih harus direbus dulu beberapa menit. Tujuannya agar daun sirih nantinya tidak pahit dan enak dimakan.

Setelah selesai direbus, daun sirih harus langsung diangkat dan mesti langsung dicelupin ke air dingin, baru dech daun sirih siap di tepungin dan di goreng. Proses merebus sirih juga nggak boleh terlalu lama, kalau kelamaan bisa hilang khasiat daun sirihnya katanya.

Melihat tayangan di TV tadi, kayaknya enak juga kripiknya 🙂 sayang belum bisa ngicipin langsung.

Daun Sirih

Ngomongin soal khasiat, meski sudah jadi kripik, kripik daun sirih diyakini masih memiliki khasiat sebagai produk tanaman obatnya. Daun sirih selama ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi bau mulut, sariawan, dan menjadikan gigi lebih kuat.  Selain itu dari beberapa sumber, daun sirih juga bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Daun sirih juga mampu mencegah ejakulasi dini lho, coba aja googling :-), bisa juga untuk meredakan rasa nyeri, juga mengandung tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

Wow banyak sekali kan manfaatnya. Dari sisi bisnis kripik daun sirih pasti punya potensi yang besar. Masyarakat kita sudah banyak yang sadar akan manfaat tanaman obat, sehingga kripik daun sirih bisa menjadi sumber suplemen yang bagus untuk menjaga kesehatan. Tinggal bagaimana mengedukasinya nanti . Selain itu sebagai produk yang unik pasti punya daya tarik yang besar, tinggal bagaimana mengemasnya dalam memasarkannya.

Dari sisi sumber bahan baku juga melimpah, daun sirih mudah ditanam di Indonesia, sehingga tidak akan kesulitan pasokan bahan bakunya.

So, buat yang hobi kuliner dan yang punya bisnis kuliner, nggak ada salahnya ikut masarin kripik daun sirih ini untuk memasyarakatnya produk khas Indonesia asal Yogyakarta, untuk menggairahkan ekonomi rakyat, sekaligus menyehatkan masyarakat.

Wassalam
Fuad Muftie

:: bisnis busana muslim toko Addina ::
http://addina.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*