Kisah Sahabat : Kisah John Mendapatkan Mobil Avanza

Toyota Avanza

Toyota Avanza

Lama sekali tidak mengisi blog ini dengan artikel. Dan mulai sekarang saya ingin mulai menceritakan kisah-kisah orang-orang di dekat saya, saya sebut saja sebagai sahabat, mengenai lika-liku mewujudkan keinginan, harapan, dan impian. Banyak sekali kisah-kisah yang dahsyat, luar biasa, dan tampak mustahil pada awalnya, tapi dengan seizin Allah SWT, impian sahabat-sahabat saya tersebut bisa terwujud.

Baiklah, untuk kisah hari ini saya ingin menceritakan kisah sahabat saya, sebut saja namanya John (bukan nama sebenarnya).  John adalah tipe karyawan yang loyal dan rajin bekerja. Tiap hari berangkat pulang kerja dengan setianya. Satu-satunya kendaraan yang digunakan adalah sepeda motor pinjaman kantornya (sepeda motor dinas).

Untuk membeli sepeda motor sendiri, bagi John, tidaklah sulit. Gajinya mencukupi untuk mendapatkannya, bahkan tidak perlu kredit, cash-pun dia mampu. Tapi, bukan itu impian dia. Dia ingin sekali mempunyai mobil. Sesekali dia dapat pinjaman mobil dinas kantornya. Tapi untuk level jabatan dia sekarang, tidak mungkin diamanahi untuk membawa mobil dinas setiap harinya.

Untuk membeli mobil sendiri, tabungannya belumlah cukup. Untuk membeli secara kredit, kalau sekadar membayar DP, sudahlah mampu. Tapi kalau DP-nya sekadarnya, pasti cicilan bulanannya jadi besar. Dan John tidak mau membebani biaya hidup bulanannya yang sudah masuk kategori pas-pasan, untuk membayar cicilan mobil.

John sering ngobrol tentang LoA (Law of Attraction) dan kekuatan pikiran. Makanya meskipun tampak masih mustahil untuk membeli mobil, dia yakin suatu saat pasti dapat memiliki mobil. John-pun menerapkan prinsip-prinsip LoA untuk mendatangkan mobil dalam hidupnya dan keluarga kecilnya.

Pernah John coba-coba masuk ke showroom mobil dan bertanya-tanya untuk membeli mobil. John perhatikan mobil yang ada di showroom. Diapun jatuh hati untuk memiliki mobil Daihatsu Xenia. Pilihannyapun sudah mantap, Xenia warna hijau. Diapun mengumpulkan brosur dan foto-foto mobil Xenia.

Gambar mobil Xenia dia pasang di desktop komputer kerjanya. Foto mobil Xenia hijau-pun dia pajang di lemari pakaian di rumahnya. Sehingga setiap pagi dan sore dia akan memandangi foto mobil xenia kesayangannya. Setiap melihat gambar mobil Xenia di iklan koran / majalah, hatinya bergetar.

Berbulan-bulan berjalan, belum tampak ada tanda-tanda John punya kecukupan materi untukmembeli Xenia idamannya. John jadi teringat, kalau terlalu berharap, terlalu ingin memiliki, terlalu mendambakan, ternyata kurang bagus untuk vibrasi fikiran sesuai anjuran LoA. John berpikiran, ia harus bisa lebih ikhlas. Ada juga perasaan mulai putus asa, kayaknya masih jauh untuk bisa beli mobil.

Gambar-gambar di desktop komputer mulai dia ganti, tidak lagi gambar Xenia. Foto-foto Xenia di rumahnya juga mulai dilepas. Dan John kembali ke kehidupan rutin seperti biasanya. Pulang-pergi kantor dengan sepeda motor dinas kesayangannya. Dia lupakan sejenak keinginannya memiliki mobil Xenia.

Waktu berjalan terus, roda kehidupan terus berputar, dan sampailah pada episode John mendapat amanah baru, dia mulai diangat di perusahaannya untuk memasuki jabatan baru sebagai manajer junior. Dan pastinya gajinya mulai bertambah. Tapi secara hitung-hitungan masih berat untuk mencicil Xenia impiannya. Apalagi ternyata harga mobil Xenia juga sudah naik. Sepertinya semakin dikejar, makin jauh saja harganya.

John-pun seolah sudah melupakan impiannya untuk bisa membeli mobil Xenia. Terpikir untuk membeli mobil second saja sedapatnya. Tapi setiap ingin membeli mobil second, ada rasa khawatir dan tidak nyaman di hatinya. Sehingga diurungkan juga niatnya membeli mobil second.

Setelah melupakan keinginan dan kemelekatan pada impian inilah justru keajaiban mulai menghadiri hidupnya. Tanpa disangka-sangka perusahaannya akan membagikan bonus dari profit akhir tahun kemarin. John-pun mendapat penghasilan yang tidak disangka-sangka. Jumlahnyapun cukup besar.

Akhirnya dengan bonus tersebut, John bisa mulai berhitung kembali untuk membeli mobil. Untuk mengambil kredit sekarang jadi lebih enteng, karena bisa membayar DP lebih besar, sehingga cicilan bulanannyapun jadi kecil.

Singkat cerita, John mulai mendatangi kembali showroom mobil. Tapi tidak tahu kenapa langkahnya malah diarahkan pada sebuah pameran mobil di Mall. Di situ ada stand Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Setelah ditimang-timang koq mendingan beli Avanza sekalian daripada Xenia.

Setelah diskusi dengan keluarganya, keputusan menjadi bulat, untuk mengambil mobil Toyota Avanza saja. Langsung saja John kembali ke showroom mobil dan menandatangani kesepakatan membeli mobil Toyota Avanza.

Dan impiannya untuk memiliki mobil-pun bisa terwujud, tanpa disangka tanpa dinyana bagaimana caranya. Kalau keinginan sudah selaras dengan kesiapan kita dan atas izin dari-Nya segala yang tadinya mustahilpun bisa terwujud.

Semoga bisa menginspirasi.

Fuad Muftie

http://www.fuadmuftie.com/

2 Responses to “Kisah Sahabat : Kisah John Mendapatkan Mobil Avanza”
  1. rosyid says:
  2. Ramadha says:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*