Entrepreneur itu Mengubah Kotoran Menjadi Emas

Barusan baca timeline-nya @KataJURAGAN “Ingat! Entrepreneur : mengubah kotoran menjadi emas! IDE IDE IDE yg cemerlang & Action yg kuat, menghasilkan LOMPATAN!”. Koq tiba-tiba habis baca timeline tadi, jadi ingat dengan negara tetangga ya, kenapa?

Sempet nengok sebentar kondisi negara tetangga Indonesia ini, begitu gencarnya promosi mereka, sehingga sepertinya bisa menjadi tempat wisata yang menarik, dan patut dikunjungi. Tapi setelah liat sendiri, yang ada malah sedih. Sedih karena Indonesia jaaauuuuhhhh lebih indah, jauuuuh lebih kaya budayanya, dan jauuuuh lebih eksotis pokoknya.

Memang harus diakui, tetangga kita bener sudah menerapkan prinsip entrepreneur, mengubah kotoran menjadi emas. Biarpun kalah indah mereka bisa mendatangkan turis yang bisa menambah pundi-pundi emas mereka. Sementara Indonesia yang sudah punya emas, harus rela emasnya diambil negara lain.

Artinya harus diakui kita masih kurang banyak jiwa entrepreneurnya. Dan memang komposisi jumlah entrepreneur Indonesia masih kecil porsinya, cuma berapa persen gitu. Makanya sebenarnya peluang untuk jadi entrepreneur di Indonesia masih terbuka lebar. Pasarnya juga masih luas dan banyak sekali lho.

Belum lagi kalau mau disayangkan. Yang sudah bergelut di dunia usaha jadi pengusahapun, masih banyak yang belum memiliki jiwa entrepreneur sejati. Layaknya mereka masih berpola pikir seperti karyawan. Masih mencari comfort zone saja, usaha tidak berkembang, segitu-gitu aja dari dulu.

Ini juga jadi otokritik nich, biarpun sudah punya usaha, koq kayaknya nggak sepesat dulu lagi pertumbuhannya. Sekarang nyarinya yang aman-aman saja, he..he..he..

Alhamdulillah tahun ini sudah sepakat dengan mitra bisnis saya, yang sekaligus ibunya anak-anak, untuk kembali membuat perubahan di bisnis kami. Webstore yang sudah lama tidur, mau dibangunin lagi. Kami coba minta bantuan profesional buat memperbaiki kinerja dan tampilan webstore addina.net.

Mudah-mudahan kami kembali bisa terpacu untuk ikut bisa “mengubah kotoran menjadi emas”, kembali mengasah jiwa entrepreneur lagi, kembali buka cabang lagi (aaamiiiin).

Ide-ide sudah ada, tinggal action-action-dan-action untuk mempersiapkan lompatan-lompatan bisnis secara quantum (quantum leap) 🙂

Wassalam

Fuad Muftie

Toko addina solusi bisnis busana muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*